Setting 3g untuk semua operator

Setting 3G, GPRS, MMS, WAP untuk Telkomsel
(kartu HALO & SIMPATI)

Untuk Setting 3G kartu HALO dan SIMPATI ketikkan 3G dan kirimkan melalui SMS ke nomor 3636. Tunggu konfirmasi bahwa nomor anda sdh aktif untuk layanan 3G. Layanan Aktif ditunjukkan dengan indikator 3G di HP. 3G bisa digunakan jika HP ada di area layanan 3G dan mendapat signal 3G. Untuk setting Handset : pilih Network >Connection > Aktifkan 3G dan GSM.

Untuk Setting GPRS kartu HALO kirimkan SMS : ketikkan GPRS ke nomor 6616. Untuk kartu SIMPATI ketik SMS : GPRS<spasi><nomor kartu>, lalu kirim ke nomor 6616.
Nomor kartu adalah enam belas digit angka yang terdapat di balik kartu SIM Card dalam format empat angka bertumpuk empat. Misalnya GPRS 6210009922012345. Anda akan menerima balasan SMS tentang pentunjuk aktivasi lebih lanjut.

Untuk Setting MMS kartu HALO kirim SMS: MMS ke 6616. Kartu SIMPATI kirim SMS : MMS<spasi>enam belas digit angka. Misalnya MMS 6210009922012345 ke nomor 6616. Dalam waktu maksimal 48 jam MMS anda sudah diaktivasi.
Kemudian lakukan setting ponsel dengan dua cara, yaitu setting otomatis dan manual. Setting otomatis biasanya disediakan untuk merk Nokia dan Sony Ericsson. Setting otomatis dilakukan melalui SMS dengan mengetik S <spasi>Merk<spasi>Tipe. Misalnya S Ericsson T610, lalu kirim ke 5432 untuk Sony Ericsson seri T610.

Setting MMS, WAP, dan GPRS secara MANUAL adalah sebagai berikut:

Setting MMS
Lakukan setting ponsel anda dengan parameter sebagai berikut
Connection Name: APN MMS
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: mms
Username: wap
Prompt Password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Gateway IP address: 10.1.89.150
Homepage: http://mms.telkomsel.com/
Connection Security: Off
Session Mode: Permanent

Setting WAP
Untuk akses WAP, lakukan setting ponsel anda dengan parameter sebagai berikut
Connection Name: APN Telkomsel
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: telkomsel
Username: wap
Prompt Password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Gateway IP address: 10.1.89.130
Homepage: http://wap.telkomsel.com
Connection Security: Off
Session Mode: Permanent

Setting Internet
Lakukan setting komputer anda:
Connection Name: APN Internet
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: internet
Username: wap
Prompt Password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Gateway IP address: Kosongkan
Connection Security: Off
Session Mode: Permanent

Setting 3G, GPRS, MMS, WAP untuk Excelcomindo (proXL)

Untuk mengaktifkan 3G , Sim Card yg mempunyai memori kurang dari 128 harus mengganti kartu XL HSPDA dengan mendatangi XL Center dan biasanya kena biaya 20.000.

Untuk setting ketik GPRS <spasi> merek<spasi> tipe. Misalnya GPRS Motorola C330 lalu SMS kirim ke 9667.
Sedangkan setting MMS dilakukan dengan mengirim SMS berbunyi MMS <spasi> merk <spasi> tipe. Misalnya MMS Motorola C330, lalu kirim ke 9667. Anda akan menerima jawaban “GPRS Setting Received”, tampilkan pesan dan akan terpampang : Name : XL GPRS, homepage : http://wap.lifeinhand.com.

Jika ada masalah untuk setting ini bisaHubungi Layanan Pelanggan di nomor 818 dari ponsel anda atau ke (021) 579 59818 atau kunjungi XL-Shop terdekat.

Setting GPRS,MMS, WAP untuk eks IM-3 (Smart & Bright)

Setting GPRS, MMS, WAP untuk IM-3 (sekarang Indosat) bisa dilakukan melalui portalnya di www.m3-access.com dengan mengklik menu Setting M3-GPRS. Tapi, sebelumnya anda harus mendaftar dulu.
Setting juga dapat dilakukan melalui SMS dengan menulisakan GPRS <spasi>merk ponsel<spasi>tipe ponsel. Misalnya GPRS nokia 3650 dan kirim ke nomor 3939. Begitu pula untuk MMS.
Setting Over The Air (OTA) yang dilayani di portal mencangkup seri-seri berikut : Nokia (6510, 7650, 8310, 3650, 7210, 7250, 3530, 3510, 5100 dan 6100), Sony Ericsson (T39, T65, T68, T68i, T300, P800, T310, T200 dan T610).
Jika ponsel anda tidak terdaftar dalam portal, hubungi Contact Centre IM3 di nomor 300 dari ponsel atau ke (021)39855888

Setting GPRS,MMS,WAP eks Satelindo (Mentari & Matrix)

Layanan GPRS hanya diberikan untuk pelanggan Matrix. Sedangkan layanan MMS berlaku baik untuk Mentari maupun Matrix.
Untuk mengaktifasi GPRS, kirimkan pesan berisikan ACT <spasi> GPRS, misalnya ACT GPRS ke nomor 888. Sedangkan untuk aktivasi MMS ketik ACT <spasi> MMS, misalnya ACT MMS dan kirim ke 888.
Selanjutnya Anda akan menerima balasan SMS berbunyi “Anda telah mengaktifkan MMS & GPRS – Pastikan setting ponsel Anda sdh benar. Biaya layanan GPRS : Rp. 25 ribu/bln. Detil info hub. Customer Care di 5438 8888/222 dr ponsel”.
Langkah selanjutnya adalah melakukan setting ponsel untuk GPRS dan MMS. Setting bisa dilakukan secara otomatis melalui SMS. Untuk setting GPRS ketik GPRS <spasi> merek HP <spasi> tipe HP. Misalnya, GPRS NOKIA 7650 dan kirim 3000.
Sedangkan untuk setting MMS ketik MMS <spasi> merk HP <spasi> tipe HP. Misalnya MMS NOKIA 7650 dan kirim ke 3000.
Sayangnya, belum semua merk dan tipe ponsel yang bisa dilayani setting GPRS dan MMS secara otomatis. Untuk itu silakan hubungi nomor (021)5438 8888, atau 222 atau 123 melalui ponsel.

Setting GPRS, WAP dan MMS untuk THREE

Setting OTOMATIS:
GPRS dan MMS akan aktif padaa saat regestrasi dan akan terkirim setting OTA sesuai dengan jenis handset anda

Setting MANUAL :
Untuk GPRS / WAP
APN : 3gprs
username : 3gprs
password : 3gprs
IP address: 10.4.0.10
WAP homepage: http://wap.three.co.id/
HTTP port setting: 3128

Untuk MMS :
APN : 3mms
username : 3mms
password : 3mms
mms gateway IP address: 10.4.0.10
MMS server address : http://mms.three.co.id
HTTP port setting: 3128

Iphone 3g generasi baru dari Apple

SAN FRANSISCO, SENIN – Apple akhirnya merilis iPhone generasi kedua yang telah mendukung jaringan 3G dan HSDPA (high speed downlink packet access). Bahkan, smartphone yang mengandalkan layar sentuh sebagai platform utama ini akan tersedia dengan harga lebih murah daripada versi pertama.

“iPhone dimulai dengan 599 dollar AS. Sekarang dijual 399 dollar AS. Kami ingin membuatnya lebih terjangkau,” ujar Steve Jobs, CEO Apple saat meluncurkan iPhone baru pada Apple’s Worldwide Developers Conference di San Fransisco, AS, Senin (9/6) waktu setempat. Ia mengatakan demikian karena menurutnya harga merupakan alasan utama konsumen tidak membeli iPhone generasi pertama.

iPhone generasi kedua yang diperkenalkan sebagai iPhone 3G ini akan tersedia mulai 11 Juli 2008 di 22 negara dan akan terus bertambah hingga 70 negara. Apple memberikan dua pilihan, masing-masing model dengan media penyimpan 8 GB seharga 199 dollar AS dan model dengan 16 GB seharga 299 dollar AS.

Tidak hanya murah. iPhone terbaru juga dilengkapi sistem navigasi GPS yang sudah dilengkapi aplikasi layanan berbasis lokasi (location based services) melalui jaringan seluler. Jobs mengatakan dengan 3G, iPhone dapat digunakan untuk mengunduh konten melalui Internet hingga tiga kali lebih cepat daripada versi sebelumnya.

iPhone versi pertama banyak dikritik karena hanya mendukung jaringan 2G. Menjawab keluhan tersebut, Jobs mengatakan saat iPhone didesain pertama kali, chip yang dapat digunakan pada jaringan berkecepatan tinggi berukuran terlalu besar dan menghabiskan daya besar. Apple akhirnya memutuskan untuk menunggu sampai teknologi chip baru sesuai dengan desain iPhone yang ramping.

Apple telah menjual lebih dari 6 juta iPhone sejak diluncurkan setahun lalu dan menguasai pangsa pasar smartphone sebesar 20 persen di AS, namun hanya 5 persen di dunia. Sampai akhir tahun ini, Apple menetapkan target penjualan iPhone menembus 10 juta unit.

Sayang, iPhone sepertinya belum akan secara resmi masuk ke pasar Indonesia. Dari 22 negara, negara terdekat yang dapat dijangkau dari Indonesia adalah Australia. Sementara negara di Asia Tenggara, hanya Singapura dan Filipina yang dijangkau.

Nomor-nomor Penting Call Center

INDOSAT
Call Center : Mentari : 222
Call Center : IM3 : 300 (free) / 100 (400/call)
Call Center : Star One : 111

Cek Pulsa : Mentari : *555#
Cek Pulsa : IM3 : *388#
Cek Pulsa : Star One : *555#
email : icare@indosat.com, customer_service@indosat.com

————————————————————–

Telkomsel
Call Center Halo : 111
call Center Simpati dan AS : 116

Cek Pulsa :
Halo, Simpati AS : Cek pulsa dan Pemakian berjalan : *888#
*untuk Halo harus ketik HC ON ke 333
Cek Pemakaian Terakhir : *887#
Cek bonus : *889#
email : cs@telkomsel.co.id

————————————————————–

PRO-XL
Call Center : Bebas : 817 (350/call)
Call Center : Jempol : 817 (350/call)
Call Center : Xplor : 817 (free)

Cek Pulsa : Bebas : *123#
Cek Pulsa : Jempol : *123#
Cek Pulsa : Xplor : *108# (cek limit)
email : customerservice@xl.co.id

————————————————————–

Axis
Call Center : 838
Cek Pulsa : *888#
Cek Pemakaian Terakhir : *887#
Cek bonus : *889#
email : cs@axisworld.co.id

————————————————————–

Flexy
Call Center : 147
Cek Pulsa : 999#

————————————————————–

Fren
Call Center : 888
Cek Pulsa : 999

————————————————————–

Esia
Call Center : *999
Cek Pulsa : *555#

Tips membeli PDA

Jakarta – Personal Ddigital Assistant (PDA) belakangan kerap menjadi gadget pilihan di kalangan pebisnis atau orang yang mobilitasnya tinggi. Selain bisa digunakan sebagai ponsel, perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai notebook untuk menyimpan agenda kegiatan misalnya, atau aplikasi perkantoran.

Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda membeli PDA. Simak info yang diramu detikINET dari Techrepublic, Jumat (2/5/2008) berikut ini:

1. Service Network
Salah satu pertimbangan pertama sebelum membeli PDA adalah service network, apakah beroperasi di jaringan GSM, CDMA, EDGE, dan sebagainya. Pastikan bahwa perangkat tersebut kompatibel dengan infrastruktur jaringan yang tersedia. Terlebih bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, pastikan gadget tersebut kompatibel dengan network service dimana Anda berada.

2. Kualitas Panggilan
Manufaktur ponsel dan PDA kerap menyuguhkan banyak fitur pada produk mereka, mulai dari MP3 player hingga streaming video dan game. Namun seringkali kualitas suara kurang diperhatikan, padahal ini adalah salah satu fungsi penting utamanya bagi yang memiliki mobilitas tinggi. Sebelum membeli PDA, sebaiknya cek terlebih dulu kualitas panggilan model handset yang Anda incar itu.

3. Umur Baterai
Umur baterai juga harus dijadikan pertimbangan saat akan membeli PDA/ponsel. Berapa lama waktu standby perangkat tersebut, apalagi jika Bluetooth diaktifkan.

4. Bandwidth
Tidak semua jaringan menawarkan transmisi data yang maksimal. Jika Anda termasuk sering men-download file berukuran besar via ponsel, pastikan ponsel yang Anda beli kompatibel dengan jaringan data yang lebih cepat.

5. Kompabilitas
Pastikan PDA Anda bisa disinkronisasi dengan mudah dengan platform dan aplikasi lain.

6. Bluetooth
Perlu diketahui, fitur nirkabel seperti Bluetooth bergantung pada daya tahan baterai. Bagi Anda yang sering bepergian, mungkin Anda akan sering mengaktifkan Bluetooth agar bisa terkoneksi secara nirkabel ke laptop atau internet. Untuk itu, pastikan perangkat Anda memiliki konektivitas Bluetooth yang baik dan juga umur baterai yang cukup lama.

7. Kenyamanan
Jangan hanya tergiur dengan desain ponsel yang revolusioner. Pertimbangkan juga apakah Anda nyaman menggunakannya. Misal, ada orang yang suka dengan ponsel jenis sliding untuk menampilkan keypad-nya, namun ada yang merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Bahkan ada yang lebih suka dengan keyboard sistem layar sentuh.

8. Mudah Di-upgrade
Memory yang terbatas seringkali menjadi masalah jika Anda ingin menambahkan aplikasi perkantoran ke PDA Anda. Pastikan PDA/ponsel yang Anda beli mudah di-upgrade dan jenis memory-nya cocok dengan perangkat tersebut, seperti mini SD, MultiMediaCard, dan SD card.

9. Aplikasi Perkantoran
Beberapa PDA ada yang loading-nya lama saat membuka aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office. Tak semua ponsel bisa menampilkan atau mengedit dokumen Word dan Excel, bahkan ada yang tidak bisa mengakses aplikasi presentasi PowerPoint. Untuk itu pastikan PDA yang akan Anda beli kompatibel dengan kebutuhan pekerjaan Anda.

10.Voice Dialing and Recognition
Beberapa ponsel ada yang menawarkan fungsi voice recognition dan voice dialing untuk memudahkan pengguna ponsel mengakses informasi yang dibutuhkan seperti memanggil daftar kontak dengan suara, navigasi menu dan sebagainya. Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan saat membeli PDA/ponsel, apakah Anda menginginkan fitur tersebut?

Posted in Handphone. Tags: . Leave a Comment »

Tips memilih Handphone baru dan bekas

Lihat Gambar

Handphone atau telepon seluler atau ponsel, sekali lagi tak henti-hentinya menebarkan ‘pesona’-nya bagi para konsumen maupun calon konsumennya. Daya pikatnya tak lagi terletak pada teknologi canggih komunikasi yang ditawarkan, namun juga pada lifestyle alias ‘gaya hidup’, yang mengandung unsur pasti: Gengsi! Komunikasi bukan lagi sebagai satu pilihan, namun kewajiban dan keharusan. Tak heran, kebutuhan akan perangkatnya pun seolah makin ‘tak terkendali’ alias meningkat, dari waktu ke waktu.

Namun demikian, walaupun memiliki kebutuhan yang sama akan perangkat ponsel tersebut, tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa daya beli masing-masing konsumen maupun calon konsumen tak sama. Banyak ‘parameter’ atau ‘batasan-batasan’ yang dimiliki oleh mereka dalam menentukan pilihan akan perangkat ponsel yang akan mereka gunakan selain dari sisi harga, seperti fitur, model, fungsional, dan sebagainya.

Saat ini, ponsel bekas makin diminati oleh para calon konsumen. Karena, para konsumen mulai kreatif dalam berpikir. Daripada mereka membelanjakan uangnya untuk ponsel yang baru dengan fungsi yang ’standard’, lebih baik yang bekas namun memiliki fitur ‘di atas standard’. Nilai uang yang dikeluarkan memang hampir sama, namun ‘kemampuan’ yang dimiliki oleh ponsel tersebut tentu berbeda.

Nah, berikut ini adalah tips bagi para calon konsumen yang akan memilih dan membeli ponsel bekas, agar bisa mendapatkan barang masih sangat layak dan normal, dengan harga yang relative murah.

1. Kenali Jenis Ponsel yang Akan Dibeli

Sebelum anda berangkat ke outlet atau counter HP, buatlah gambaran mengenai ponsel jenis apa yang akan anda beli, seperti: merk, type, dan jenis layanan komunikasi (GSM atau CDMA). Hal ini dilakukan, agar anda tak bingung dan mudah terpengaruh ketika dihadapkan dengan banyak pilihan di salah satu counter HP yang anda kunjungi. Atau bila perlu, carilah teman anda yang mempunyai ponsel yang sama dengan jenis ponsel yang anda inginkan. Sehingga anda telah mempunyai gambaran yang pasti mengenai ponsel tersebut.

2. ‘Survei’ Harga Pasaran

Carilah harga pasaran dari ponsel yang anda inginkan, baik baru maupun bekas, sebagai bahan pertimbangan dalam ‘mengukur’ nilai harga ponsel dengan masa pakai, nilai penyusutan, tren, dsb. Referensi mengenai harga ponsel bisa anda dapatkan melalui majalah atau tabloid mengenai ponsel, ataupun menanyakan secara langsung pada beberapa counter HP, sebagai bahan perbandingan.
3. Teliti Fisik dan Kelengkapan Ponsel

Yang namanya barang bekas, di mana-mana pasti memiliki cacat. Jangankan yang bekas, yang baru pun kadang juga telah memiliki ‘cacat bawaan’ alias ‘cacat pabrik’. Tapi, paling tidak kita bisa mendapatkan barang bekas yang masih bagus, atau istilahnya ‘BSB’, yakni Bekas Seperti Baru. Kita mencari barang yang memiliki ‘cacat’ yang sesedikit mungkin, atau mungkin yang hampir tanpa cacat.

Teliti keutuhan fisik ponsel, baik itu casing, keypad atau tombol, LCD, baterai, charger, dos (samakan no. imei yang ada pada dos dengan no imei yang tertera badan ponsel bagian belakang) + buku manual, headset atau handsfree (optional), baut-baut, dan segel. Selain masalah keutuhan fisik, juga ‘originalitas’ atau ‘keaslian’ komponen luar (penampilan) dan dalam (hardware/perangkat keras) ponsel. Salah satu cara untuk mengenali keaslian ponsel tersebut, salah satunya bisa dilihat dari stiker yang ada pada ponsel tersebut, yang menunjukkan identitas dari distributor resminya. Hati-hati dengan penampilan yang ‘Aspal’ alias ‘Asli tapi Palsu’.


Nokia 3650

4. Teliti Fungsionalitas dan Operasional Ponsel

Kenali menu standard dari ponsel, beserta keseluruhan isi dan fungsi dari dari ponsel tersebut. Cobalah untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dengan terlebih dahulu mengisinya dengan berbagai macam SIM Card, baik yang berteknologi GSM maupun CDMA. Untuk ponsel berteknologi GSM, ada 3 frekuensi yang dipergunakan, yakni 900 MHz, 1800 MHz, dan 1900 MHz. Di Indonesia, yang saat ini dipergunakan adalah frekuensi 900/1800 MHz. Sedangkan frekuensi 1900 MHz dipergunakan pada ponsel berteknologi CDMA, disamping penggunaan frekuensi 850 MHz.

Telitilah pada kekuatan sinyal dan baterai, dengan mengamatinya pada indikator yang tertera di LCD atau tampilan pada layer ponsel. Jangan sampai nanti ternyata ponsel yang anda beli tersebut, baterainya nge-’drop’ alias mudah habis, susah diisi ulang alias di-’charge’ dan sinyalnya lemah sekali. Cobalah juga untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dari kemudahan respon pada tombolnya, kekontrasan, gelap-terang, serta warna tampilan atau LCD ponsel, kondisi speaker beserta volumenya, microphone, vibrator alias menu getar ponsel, buzzer alias speaker yang mengeluarkan bunyi ringtones dari ponsel tersebut, beserta volumenya.

Kemudian untuk perangkat lunaknya, cobalah fitur-fitur dari ponsel (andai tersedia), seperti: perangkat konektifitas (IR – Infra Red, Bluetooth, kabel data), memori eksternal (MMC, RS-MMC, dll), handsfree, software-software aplikasi yang disediakan ponsel dan juga nomor kode standar atau phone code dari ponsel tersebut.

Pencet sembarang tombol dengan serampangan, anggap saja seperti anak kecil yang bermain-main ponsel dengan memencet tombol-tombolnya, sebanyak mungkin tombol dan selama mungkin. Perhatikan, jika kemudian ponsel tersebut hang atau macet, bisa dipastikan ponsel tersebut ‘tak layak’ pakai. Hati-hati dengan kamuflase yang dibuat oleh penjual ponsel yang ‘curang’, dari luar tampak bagus, didalamnya ‘hancur lebur’.

5. Teliti Perjanjian Jual Beli dan Layanan ‘After Sales’

Tanyakan mengenai garansi yang dimiliki oleh ponsel, apakah garansi dari distributor masih berlaku atau sudah kadaluwarsa. Kemudian, pastikan jaminan atau garansi apa yang diberikan oleh counter ponsel tersebut, garansi servis atau komponen, dan sampai berapa lama garansi tersebut berlaku.

6. Pilihlah Counter yang Profesional

Untuk menghindari ‘penipuan’ dalam jual beli ponsel, sebaiknya anda memilih counter yang professional dan terpercaya. Jangan tertipu dengan penampilan bangunan counter dan kata-kata dari si penjual yang manis penuh dengan ‘rayuan’. Atau mungkin, anda meminta saran atau rekomendasi dari teman yang sudah pernah mendatangi counter tertentu. Dan jika anda tak menemui ponsel yang memenuhi criteria yang sesuai dengan yang anda inginkan, lebih baik pindah ke lain ponsel atau tunda dulu pembelian ponsel pada hari itu.

Selamat memilih-milih dan berbelanja ponsel, jangan lupa: tetap waspada akan bahaya copet yang mengincar di sekitar anda!