Tips memilih Ubin Keramik

Ketika Anda memilih ubin tertentu untuk rumah, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Misalnya, di ruang mana Anda akan memasang ubin? Apakah di kamar mandi atau dapur, tempat dimana sering terkena air? Apakah ruang itu akan sering menjadi tempat lalu lalang anggota keluarga? Atau, mungkin furniture di ruangan itu akan sering digeser atau diubah posisinya?

Itu semua adalah faktor kunci ketika Anda menentukan pilihan lantai keramik. Lantai keramik yang baik dapat bertahan berabad-abad, maka pilihan harus dibuat hati-hati, karena investasi pada keramik dapat setua umur rumah itu sendiri.

Pergi ke toko keramik dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dalam memilih warna keramik, tekstur keramik, material keramik atau pola lantai untuk keperluan Anda. Harga biasanya menjadi pertimbangan di setiap proyek, dan harga ubin keramik dapat berada dalam jangkauan atau sangat mahal. Maka Baik kalau Anda melakukan survey dari beberapa suppliers, karena harga dapat bervariasi dari satu toko ke toko lain, dari satu merk ke merk lain.

Pertimbangan lain yang harus diperhatikan adalah pengiriman, Kadang toko tidak menyediakan jasa pengiriman karena jarak yang terlalu jauh dari mereka. Kalau kendaraan Anda tidak memungkinkan mengangku ubin keramik yang sangat berat, Anda dapat menyewa mobil angkutan barang.

Di toko keramik, kadang Anda berjumpa dengan istilah KW1 atau KW2. Ubin keramik KW 1 adalah ubin kualitas 1 dan KW2 adalah ubin keramik kualitas 2. Secara kasat mata Anda tidak akan dapat melihat perbedaan antara KW1 dan KW2. Biasanya, ukuran antara ubin-ubin KW2 tidak sepresisi ubin KW1. Selisihnya dapt hanya 0,5 s.d. 1 mm. Apakah Anda harus memilih ubin KW1 yang harganya lebih mahal? Tidak selalu, kalau Anda menghendaki nat, yaitu ruang antara ubin, sangat rapat sebaiknya Anda memilih KW1. Tetapi kalau Anda justru ingin memberi aksen pada nat yang lebar sebagai bagian dari interior, Anda cukup memilih ubin keramik KW2.

Beberapa opsi pilihan model Keramik:

Ubin Natural – Banyak model ubin yang dipakai dibangunan-bangunan lama dapat dijumpai sekarang. Biasanya jenis lantai ini berwarna natural atau bisque (off-white), terbuat dari tanah liat, dibakar dan diwarnai sesuai keinginan.

Kalau Anda mau menampilkan kesan klasik, alias mirip bangunan lama, bangunan etnik atau bangunan tradisional, misalnya Kitchen Set bergaya Tuskan seperti gambar di bawah ini, maka ubin keramik natural adalah pilihannya.

Finishing warna pada ubin keramik jenis ini biasanya tidak seragam antara satu ubin dengan ubin lain, dan justru menambah keindahan dan variasi. Tambahan pula, model ini biasanya tidak difinish halus licin; permukaan yang bergelombang tidak rata menambah kesan lama/kuno.

Ubin Keramik Berpola – Untuk tampilan yang lebih modern, kombinasi tua dan baru, keramik berpola dapat menjadi pilihan. Kombinasi elemen-elemen tekstur natural dan teknologi modern tersedia sekarang. Pabrik-pabrik keramik sudah mencetak dan memfinishing (glazed finishing) dengan teknologi moderen sehingga, presisi ukuran, bentuk dan finishingnya. Ketika dipasang, seluruh efeknya adalah bersih, bentuk yang tegas dan memunculkan style ubin natural atau bahkan mungkin seperti batu alam.

Ubin Glazed Keramik Glazed biasanya diasosiasikan dengan lantai kamar mandi. Lantai jenis ini relatif mudah dipasang dan dapat diadaptasikan dimana saja, tersedia dalam berbagai warna dan pola. Tergantung pada gaya pribadi Anda, Anda dapat memadukan berbagai pola dan desain sesuai imajinasi Anda.

Salah satu hal yang menakjubkan dari ubin keramik berglasur adalah munculnya ubin berpola dan gaya mulai dari fresco Itali sampai pola mosaik. Aspek lain dari jenis keramik ini adalah jarak antar ubin (nat) dapat dibuat sampai tingkat minimum.

Ubin Mosaik – Pilihan lain untuk ubin lantai adalah mosaik yang tersedia bahkan dalam ukuran kecil (misalnya 2×2 inchi). Ubin mosaik tersedia dalah berbagai jenis material dan finishing, mulai dari kaca sampai keramik. Ubin mosaik tersedia dalah aneka pola dan gambar, dengan aneka warna yang hidup. Kombinasi mosaik dan jenis keramik lain dapat menambah efek cerah pada lantai.

Posted in Perumahan. Tags: , . 5 Comments »

Tips membeli rumah untuk pasangan muda

Contoh kasus:
Suami istri muda, join income = 6 juta, masa kerja kurang dari 1 tahun, belum ada SPT, belum ada kartu keluarga. Menginginkan rumah kecil dan sehat di pemukiman yang layak.

1. Hitung kemampuan finansialmu, caranya:
a. Hitung credit power-mu (kemampuan mencicil),
Sederhananya rumah itu akan dibeli lewat KPR, entah rumah baru dari developer ataupun rumah second. Cicilan itu biasanya 1/3 gaji, walau ada beberapa bank bisa mencapai 40 bahkan 50%.
Contoh hitungan dengan bunga 14% dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:
100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta
150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta
200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 juta
hitung posisi credit powermu ada dimana

b. Hitung buying power-mu (kemampuan membeli rumah)
Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 150 juta. 150 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 187.5 juta. Atau dengan DP sebesar 37.5juta.

Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 37.5 juta + 10 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 47.5 juta.

2. Setelah menentukan posisi finansial dimana, barulah kita mencari rumah yang cocok untuk kita. Ada beberapa pilihan antara lain:
a. Rumah baru, rumah baru dari developer ini hitungannya lebih mudah. angkanya pun jelas, namun masalahnya pilihan sangat terbatas. Waktu idle untuk menunggu rumah ini pun cukup lama, beberapa perumahan besar bahkan memasang tenggang waktu hingga 2 tahun-an. Ini pun belum menjamin kita punya tetangga.
b. Rumah second, rumah second sebenarnya pilihan yang sangat menarik. Selain lokasinya yang lebih dekat. membeli rumah second berarti membeli masyarakat dan lingkungan yang sudah jadi. Dan rumah ini bisa langsung ditempati.

Tips dan Saran:
1. Jangka waktu cicilan baiknya adalah kurang dari 15 tahun, lebih dari itu akan memberatkan sang kreditor.

2. Rumah second selalu lebih menguntungkan dibandingkan rumah baru. Rumah second sendiri dibagi dalam 3 kategori:
-usia < 10 tahun
-usia 10-20 tahun
-usia > 20 tahun
pembagian sederhana ini didasarkan dengan penggunaan material dan design dari rumah tersebut. Rumah dalam kategori pertama sebenarnya merupakan pilihan yang terbaik. Disamping harganya lebih murah, kondisi bangunannya tergolong masih baik.

3. Lokasi adalah komponen yang signifikan, dengan budget yang terbatas. Lebih baik memilih rumah yang lebih kecil namun jelas keamanan dan sarana prasarananya. Contohnya rumah tipe 36 di BSD tentunya secara faktor strategis lebih baik daripada rumah di daerah Ciputat dengan harga yang sama misalnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.